Ada
ribuan kabel, di kepalaku, saat ini. Pukul 00.48 di depan komputer.
Dan saat ini, aku sama sekali nggak tau mau nulis apa. Yang aku tahu
adalah, aku perlu menarikan jari-jariku dan menceritakan sesuatu setelah
sekian lama kulepas jauh-jauh untuk menulis disini.
Sudah
setahun kawan. Belum, hampir setahun, mmm.. katakanlah sama. Usiaku
sekarang sudah ada di angka 18. Dewasa. Aku udah lulus sekolah. God,
bahkan blog ini lahir ketika aku masih duduk di bangku SMP. Terkadang
ini yang membuatku ingin menangis. Berkali-kali sudah kuceritakan di
blog ini, bahwa itu adalah yang kusebut dengan 'bukti kenangan'.
Banyak,
ada banyak sekali yang kusadari ketika aku membaca artikel-artikelku
disini. Aku bisa melihat intropeksi diriku sendiri di blog ini. Aku
bisa melihat perkembangan emosi, jiwa, dan pribadiku dari blog ini. Dan
aku bersyukur, aku bisa menikmati perkembangan itu disaat aku sama
sekali tidak menyadari apa saja yang pernah kualami. Iseng. Semua
berawal dari iseng. Ada begitu banyak hal yang harus kulakukan dari
hari ini ke depan, tapi aku perlu sesuatu yang bisa menyadarkanku. Dan
diary adalah cara lainnya selain foto. Aku bersyukur aku punya hobi
menulis, dan aku bersyukur aku menuangkan semuanya dalam bentuk tulisan.
Aku bersyukur mengenal internet, karena ini satu-satunya harapanku
yang akan bisa kupercaya sampai kapanpun. Tapi aku nggak tahu kapan,
mungkin ini pun akan menghilang. Entah kapan, bisa saja aku kehilangan
segalanya, sekalipun keanngan.
Banyak
pelajaran yang bisa aku ambil dari tulisanku disini. Proses
perkembangannya adalah yang paling utama. Apa saja yang berkembang dan
apa saja yang berubah, well.. atau apa saja yang kusadari? Here they all
:
1. Aku ternyata anaknya Ababil
Ababil
banget tulisanku disini. Dan aku baru sadar kalo aku itu tipe cewek
ababil ya dari tulisanku disini. Nggak dewasa. Kadang aku ngomong A,
kadang aku ngomong B, trus entar balik lagi ke A. Ya gitu-gitu deh,
pokoknya tulisanku itu terkadang menggambarkan sifatku yang ababil. Nah,
aku sadar waktu aku nulis itu aku pasti nggak sadar iya kaaan?
Apa-apa-apaa?
kamu ababil lin..
hah? mana?
tulisanmu itu. semuanya...
aku nggak ngerasa gitu.. emosiku hanya muncul secara alami.
Yap. Alamimu itu bagus, tapi justru ngelihatin banget kalo kamu anaknya ababil. Dasar lina linaa.. kamu ababil sekali
Ih, apaan sih? itu juga yang nulis kamu kok lin?
Iya, tapi itu kan lina jaman dulu.
Beh, orangnya sama juga..
Sekarang udah cukup stabil
Siapa bilang? Masih labil kok..
Hegh? Mananya?
Well.. liat aja besok. Sok wise banget sih lo, besok juga obrolanmu ngelantur lagi
--- abaikan teman-teman, ada percakapan yang sama sekali nggak penting--
2. Aku Alay!!???
Kamu alay liiiin alay bangeeetttttt... tulisanmu itu yang entri di bawah-bawah beneran make me wanna vomit many times..
Nggak usah sok idih deh, itu juga yang nulis kamu!
Tidaaaaaaakkkk~
Jadi
gini ya... aku hari ini hobi banget ngubek-ngubek masa lalu. Di
kronologi fb ada statusku beberapa tahun yang lalu, alaaaay....
Itu jamanmu smp kan, lin? Or in your first grade in SMK?
Terus aku punya fb lama, Linna Shawolandelfnow *ini nama kepikirannya gimana coba?*, alaaaayyy.....
Jaman-jamannya kamu nyemplung di dunia kpop itu lin. Mungkin alay memang trend saat itu.
Fb itu masih buat wall-wall-an. Kalo sekarang kan nulis status doang. Dan di tahunku itu, seorang Linna kalo nulis mmmm... you can check it by yourself. I'm ready to vomit right now.. hueeekkhh.
Teruuuusss...
ah ya, jaman-jaman bikin fanfic, jawabin tag-tagan dari temen
kpopku... itu juga alay sih, tapi kalo untuk tulisan fanfic nggak heboh
alay nya. Masih terhitung wajar karena aku memang basically suka nulis, dan masih comfort dibacalah.
Dan blog ini yang paling paraah. Itu lhooo~ artikelku awal-awal di blogku
Ah---
itu pas awal-awal bener sih lin.. tapi bersyukurlah karena
berkembangnya bisa dilihat. Tuh, sekarang kamu nggak separah itu kan?
Bingo~
3. Emosi
Ada
banyak emosi yang berkecamuk disini. Memang sih, itu semua hanya
tertuang dalam bentuk tulisan tangan. Tapi ketika aku membacanya,
rasanya emosi-emosi itu hadir kembali dengan cara yang berbeda, lebih
menghibur, lebih menyenangkan. Jauuuh menyenangkan. Aku nggak tahu kalo
temenku yang lain gimana tanggepannya waktu baca blog ini, tapi kalo
aku sendiri yang baca, rasanya nggak bisa berhenti. Terkadang aku mikir
"waaah... ternyata aku orangnya kayak gini ya.. ternyata kalo marah
gini ya, ternyata kalo sedih gini ya, kalo mellow gini ya.. ternyata
pernah ya sebel sama orang/"
Bingo!
aku baru sadar kalo aku 'pernah' membenci beberapa orang selama ini
justru dari membaca diary-ku disini. Sok suci banget kan? Karena kalo
aku nggak baca aku ngerasa kayak nggak pernah nggak suka sama orang.
Rasanya kayak nggak pernah 'benci' sama orang, padahal sering. Cuma
pikun aja, jadi cepet gitu maafinnya. Yang aku bersyukur di bagian ini
adalah, karena setiap emosi selalu ku diskripsikan dengan detail.
Bagaimana situasinya, bagaimana rasanya, seberapa besar kesalnya,
gitu-gitulah. Beberapa kejadian di blog ini aja aku hampir lupa. Mungkin
manusia memang di rancang untuk cepat lupa? Maka dari itu aku
bersyukur bisa menemukannya disini.
4. Intropeksi
4. Intropeksi
Banyak
intropeksi yang aku tuangkan ditulisanku ini. Beberapa bercerita bahwa
aku akhirnya mengerti kalau aku tidak melakukan inilah-itulah.
Beberapa menginspirasiku untuk menuliskannya kembali dan menjadikan
bahan baru tulisanku sekarang ini.
5. Kenangan
5. Kenangan
Ini
hal yang paling penting yang bisa aku dapet dari blog ini. Kenangan.
Kenanganku itu cuma ada dua, foto dan tulisan. Kalo dua-duanya nggak
ada, aku bakal mikir itu cuma mimpi. Foto lebih menguatkan, karena di
dalamnya jelas ada aku. Tapi apa boleh di kata, ternyata aku itu cukup
bodoooh untuk menjaga mereka, sehingga sisanya tinggal tulisan ini.
Itulah kenapa diaryku jadi barang berharga untukku. Semua kenangan yang
aku tuangkan disini atau di diary-ku, bukan tulisan ulang.
Mereka kutuliskan berdasarkan waktu kejadian atau berdasarkan
perasaanku. Aku nggak terbiasa nulis sesuatu yang emosinya udah hilang,
karena terkesan hambar. Mengetahui kronologis ketika aku menulis
kenangan-kenanganku itu membuatku semakin yakin bahwa aku benar-benar
pernah melakukannya.
6. Penyesalan
Nggak
cuma satu-dua, tapi banyaaak banget penyesalan yang tumpang tindih
disini. Hampir semua kesedihanku itu berujung pada penyesalah, tapi
kemudian menyesal lagi. Hmm.. entah dimana intropeksinya? Penyesalannya
muncul dalam bentuk yang berbeda, tapi ada. Sekarang pun aku menyesal
kenapa nggak menuliskan hal-hal berarti yang sekarang masih kuinget tapi
malah nggak tertulis disini.
7. Kasian
7. Kasian
Aku
nggak tau kenapa, tapi kebanyakan unek-unekku ini adalah tentang
hal-hal negatif yang kebanyakan tentang kesedihan. Sekarang setelah aku
baca banyak dengan tema yang sama, aku mikir kalau ternyata aku
sekasian itu ya? Kasian.
8. Perkembangan tulisan
8. Perkembangan tulisan
Meskipun
aku sendiri yang mengatakannya, tapi aku pingin ngaku kalau aku suka
sekali melihat perkembangan tulisanku dengan mataku sendiri. Dari alay,
nggak fokus, dan nggak jelas, aku ngerasa penulisanku semakin lebih
baik di setiap postingannya. Well, tujuan awalku nge-blog akhirnya
perlahan terlihat batang hidungnya. Aku mulai semakin menikmati
tulisanku sendiri. Dulu alay, dan bikin muntah. Sekarang semakin lebih
baik. Meskipun orang-orang masih nggak suka sih sama tulisanku, mungkin.
Tapi aku pikir, kesukaan itu berawal dari diri sendiri dulu bukan? Good.
9. Sebab-Akibat
Beberapa
postingan yang aku dapat disini bercerita mengenai sebab-akibat.
Secara tidak langsung, dan hanya alamiah. Aku menuliskannya sama-sama
disaat emosi sedang memuncak, jadi terasa sekali signifikannya.
Misalnya, aku bercerita tentang rencana A bulan ini. Aku nggak
kepikiran aku akan menuliskan hasilnya. Tapi suatu hari ada emosi yang
berkecamuk dan perlu di tuangkan dan kutuliskanlah. Setelah aku review
dan membaca kembali tulisan-tulisanku, barulah aku menemukan
sebab-akibatnya. Rencana dan hasilnya, Apakah sejalan? Kebanyakan sih
ternyata tidak. Mengesalkan. Kadang itu membuatku benar-benar
merealisasikan apa yang dikata 'rencana tinggalah rencana'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just give me your best comment :)