Selasa, 17 Oktober 2017

Start Up is Not Easy, really

|


Efek minum kopi terus nggak ngantuk itu... bukannya bikin aku semangat garap 'yang perlu digarap' malah jadi pingin nulis.

Keluh kesah boleh kali ya.

Nggak yang gimana-gimana sih, mungkin nggak seheboh kalian juga hal-hal yang aku anggap berat. Well, nggak berat juga deng sebenarnya. Lebih ke... apa ya, too much? mungkin..


Jadi, sebulan lalu aku memang habis ikut satu bulan pelatihan BOS, Business Owner School, semacam pelatihan untuk bisnis gitu. Dan free pendampingan 1 tahun yang kalau mau action paling gak kita aktif ngikutin acara-acara disana.

Oke, buat aku nggak masalah. Toh, sebelum ikut pelatihan itu juga aku emang mau merancang 'ini', cuma mungkin nggak tau ilmunya. Kelas ini bermanfaat, setidaknya sekarang aku ada komunitas, ada mentor, dan lumayan paham aku harus ngapain aja. Masalahnya adalah actionnya itu.

Actionnya memang butuh usaha, dan itu butuh waktu, dan butuh fokus. Dan waktuku...

Sehari bisa cepet banget. Sampai-sampai aku baru inget kalau aku sudah terlalu lama menunda bimbingan skripsi. Masalah usaha ini memang mendapatkan jalan, karena diniatkan memang mau kesana. Tapi kayak ayah, adik, kok mereka enak banget ya menyampaikan keinginan, pendapat, minta ini-itu, padahal yang jalanin sekarang jadi aku sendirian. Iya, sendirian banget. Mulai dari bikin laporan keuangan, proses pesanan, marketing, ditambah juga untuk pesanan2 yang offline, dan itu... aku keteteran. Emang belum banyak-banyak amat pesanannya, I know, tapi aku juga tahu proses awal inilah yang penting dan berdarah-darah. Tuh, kemarin waktu kelas juga dijelasin. Di awal ini yang babak belur waktunya, ya tenaganya, ya fokusnya juga.

I said all of these things to my family. Well, they understand. 
But yeah, only that. Not much then they doing something for me...

Aku sih nggak masalah fokus kesana, ke usaha ini, bahkan kalau aku disuruh terseok-seok juga nggak apa-apa..

Yang jadi masalah adalah skripsiku ini lho. Dan rumahku jadi agak nggak keurus. Anis sekarang kuliah, tia sekolah, ayah kerja pulang sore capek. Istilahnya, mereka semua mager. Akulah satu-satunya yang tampak di rumah terus dan nganggur. Jadilah semua pekerjaan rumah terlempar ke pelukanku.

Temen-temenku yang penciptaan juga udah pada syuting, yang pengkajian udah pada masuk bab 4. Aku? Yah, beginilah. Lari ditempat jadinya.

Pikiranku mulai terpecah-pecah. Belum lagi ada project yang membutuhkan waktu seminggu sehari belum ditambah pra produksinya. Project ini aku ditawari dan nggak bisa menolak, karena aku memang awalnya merasa waktuku cukup luang, sebelum BOS Class ini. Karena setelah BOS Class, ayahku rewelnya makin menjadi. Dikarenakan ia harus yakin, kalau aku habis kuliah nggak kerja, yang ini harus jalannya bener dulu.

Ayah: "Put, gimana bisnismu?"
Aku: "Ya gini, yah. Dikerjain ini."
Ayah: "Kamu tu, ilmunya dipake lho yang kemarin di kelas. Kalau mandek tanya, kan ada mentor."

I just thinking...
All of the times... ketika mereka nggak di rumah, ya itu jugaaa yang aku kerjakan.

Ketika mereka pulang, aku harus bisa nyambi sentuh-sentuh skripsiku. Aku bilang ke ayah, kalau aku lagi nggak bisa fokus ngurus semuanya. 

Ayah: "Skripsimu sampai bab berapa?"
Aku: "ya masih uji coba yah."
Ayah: "Kekejar gak semester ini?"
Aku: "nggak tau yah, aku tu lagi nggak fokus."
Ayah: "Ya yang fokus dulu skripsinya. Sulit nanti kalau kamu nggak selesai-selesai."
Aku: "Kalau fokus ya aku nggak bisa ngurusin jualanku yah. Ini cuma ngurus proses pesanan tiap hari aja aku habis waktunya."
Ayah: "Yowis, nggak usah dulu."
Aku: "Njuk siapa yang mau ngerjain? Anis tia ayah nggak bisa ngerjain semua. Nggak maulah aku ntar reputasinya turun."

Kalau udah gitu... ya mau gimana lagi kan?
ntar pas aku lagi fokus garap skripsi...

Ayah: "Put, bisnismu sekarang gimana?"
Aku: "Duh yah, ya gitu... masih jalan aja."


Ya gitu. Semua masih serba setengah-setengah. Sebenarnya aku sendiri juga tau, kalau aku nggak bisa selesai kalau nggak fokus satuuu aja. Entah mau abaikan skripsi sepenuhnya, atau abaikan usahaku sepenuhnya.

Dan bulan-bulan ini aku serasa dikejar yang lainnya juga.
Projek 4 video sampai tanggal 10 november.
Novel yang harus selesai sebelum tanggal 30 november.
Skripsi yang harus kelar minimal sebelum semester ini berakhir.
(dan entah bisa kelar semuanya enggak.)

Aku bahkan nggak inget kapan terakhir baca novel (which is... jarang banget aku nggak baca novel).

Sebenarnya sih, semua ini... aku pribadi aja yang merasa dikejar-kejar. Nggak ada pihak ketiga yang memaksa. Mau ngerjain boleh, enggak juga monggo. Tapi ini tanggung jawab secara personal, belum juga tanggung jawab ke orang lain yang udah aku kasih janji-janji tersirat. Aku kalau mau mulai maju ya mulai dari yang ini... dan semuanya dalam waktu dekat..

Beh...

Bismillah Ya Allah.

Salam, Adlina .H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just give me your best comment :)