Baru 1 Bulan serius bisnis di Herbalife
Luar Biasa...
Berat...
Aku mati-matian menjaga hati agar nggak gampang robek karena terluka...
hahaha.
Ini keputusanku ketika aku memutuskan untuk berada disini.
Keputusan untuk belajar menerjang batas-batas yang sebelumnya tertutupi ego dan gengsi.
Belum seberapa memang, tapi aku percaya, dan harus percaya, bahwa ini ada hasilnya.
Kuputuskan untuk menjadikan Herbalife sebagai jembatannya.
Jembatan menuju impian.
1. Untuk punya rumah, untuk ayah.
2. Untuk punya rumah, untuk ibu.
Dua impian di atas, adalah untuk aku, kalau sudah berkeluarga agar bisa berkunjung ke rumah ibu atau ayah, dan aku nggak mau mereka masih harus tinggal di kontrakan pada saat itu.
3. Untuk bayar hutang-hutang ibu dan ayah.
Hal terberat yang harus kudengar adalah, mereka harus terus menerus berkata 'masih ada hutang, put...'
3 poin yang diam diam kupendam untukku sendiri, tanpa aku katakan pada mereka. Karena mereka akan marah kalau aku memikirkan hal tersebut. Kata mereka 'ini urusan orang tua'. Tapi aku nggak mau terus-terusan menyaksikan itu tanpa ada akhir.
4. Untuk memiliki sebanyak mungkin waktu untukku menulis, tanpa terbelenggu masalah kebutuhan yang tidak kunjung terpenuhi.
5. Untuk bisa membeli semua buku yang kuinginkan, tanpa terbeban berapa uang yang harus dikeluarkan. Aku ingin sekali punya perpustakaan milikku.
6. Untuk bisa menonton semua film dan drama, tanpa terbelenggu waktu.
7. Untuk bersedekah sebanyak yang aku mau.
8. Untuk kebebasan finansial dan waktu.
Karena di sepanjang 23 tahun hidupku, belum pernah sekalipun uang tidak menjadi masalah. Aku ingin uang tidak lagi menjadi masalah.
Kata orang, jangan berfikir tentang uang.. pikirkan pengalaman...
well, bagaimana kalau masalahku selalu adalah uang? Rasanya seperti aku hidup dalam lilitan hutang. Aku tidak ingin punya pengalaman, dengan teror ini di kepalaku selama aku bekerja.
Meskipun aku tidak jadi orang sehebat teman-temanku yang mati-matian mengejar profesi cita-cita mereka, yup... kutahan saja... kukatakan pada diriku sendiri: ingat apa impian pertamamu, apa yang paling utama ingin kau kejar. Kejar itu.
Aku akan mencari pengalaman disini, merasakan seberat apa beban dan rasa sakit ini harus mati-matian kutahan hingga mati rasa, seberapa kuat aku mampu untuk bertahan dan mencapai hal-hal tersebut.
Kadang kala aku ingin menangis..
tapi kalau aku menangis, aku akan jadi semakin lemah.
Jadi kutahan,
dan kalau perlu, biarkan mimpi saat kutidur yang tumpahkan air mata.
Karena saat sadar, aku tidak mau menangis lagi.
Karena belum waktunya untuk menyerah.
Karena aku baru memulai.
Karena perjalanan masih panjang. Masih 10 tahun lagi.
Aku harus lakukan, hingga 10 tahun, dan semoga tulisan ini adalah langkah terbaik yang akan kutengok kembali 10 tahun lagi, sambil tersenyum.
Amin.
Salam,
Adlina .H.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just give me your best comment :)