Aku akhirnya mengambil keputusan yang…
Yah, yang pasti nggak mudah dan penuh tekanan.
Selama ini aku selalu gagal untuk percaya pada diri sendiri, karena aku terlalu mudah percaya pada orang lain, dan kepercayaan itu menyatu dengan diriku hingga aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku percaya.
Setelah aku memutar ulang kehidupanku dengan betapa banyaknya keputusan yang aku ambil, akhirnya aku menyimpulkan bahwa selama ini keputusanku berbuih baik selama aku mengikuti saran orang tua, bukan menentangnya.
Aku selalu menyadari bahwa, jika itu adalah sesuatu yang aku mau dan mati-matian harus aku dapatkan, aku akan memiliki alasan yang akan membuat ayahku menyetujui maksudku. Kalau aku bingung, ayahku selalu menuntunku dengan memberikanku pertimbangannya.
Pada akhirnya semua memang kembali ke tanganku. Yang aku tahu bahwa ini juga merupakan kontribusi dari pendapat ayahku.
Mungkin dengan alasan itu banyak orang bilang kalau aku ini tidak punya pendirian, terlalu ikut maunya orang tua, nggak berani untuk sekali menantang.
Well, aku sudah sering menentang. Aku juga sudah sering mengabaikan pesan orang tua, dan tidak semuanya berjalan sesuai dengan harapanku. Seringkali ada banyak juga penyesalan yang muncul setelahnya.
Kupikir ini bukan karena ketidakberanianku yang membuatku lagi-lagi mengikuti sarah ayah untuk mengambil keputusan ini. Sejujurnya aku terprovokasi orang lain, dan ayahku disini mencoba untuk memberikan arahan dan mengingatkanku untuk tetap memiliki pendirian walaupun aku saat ini tidak percaya dengan apa yang aku inginkan. Dan sejujurnya, kalau aku tidak bisa percaya pada diriku sendiri, aku hanya bisa percaya pada insting orang tua. Jadi aku harap, aku tidak mengambil keputusan yang salah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
just give me your best comment :)