Minggu, 26 Februari 2017

Ketika Impian bertentangan dengan Realita

|


Aku baru saja membuka postingan di blogku… yang ada beberapa blog itu.. yang aku tulis ada kali ya sejak tahun 2007, tapi mulai lancar kalo nggak 2008 ya 2009 sih. Tau kan aku lagi ngapain?

Jadi ditengah kegundahan, kegalauan, kecemasan, atas banyak hal tentang hidupku, entah kenapa membaca postingan-postingan lama itu bikin aku nyaris berlinangan air mata.

Ada banyak harapan yang terungkap dari tulisanku. Ada semangat, ada impian dan cita-cita, dan pada saat itu aku yakin aku nggak bakal kepikiran kalau aku berdiri di titik ini.

Titik yang berlawanan dengan semangat dan cita-citaku dulu.

Ah, aku nggak akan ungkapin apa itu, tapi aku merindukan saat-saat itu. Ketika aku masih berusia 13 tahun, 14 tahun, 15 tahun… dan aku belum benar-benar mengenal cinta, belum mengenal dunia orang dewasa. Masih sibuk baca komik, ngerjain PR sekolah, dan menulis. Astaga, betapa naif diriku dulu, berfikir bahwa masa depan akan sesuai dengan harapanku saat itu.




Itu baru waktu aku SMP.

Waktu aku SD, harapan2 itu jauh lebih besar, jauh lebih megah, dan jauh lebih sulit dijangkau. Tapi apa aku memikirkannya saat itu? Tidak.

Aku sibuk bermain, aku sibuk bersenang-senang, aku sibuk bersedih untuk banyak hal yang bahkan tidak pantas untuk disedihkan jika kupikirkan sekarang.

Bagaimanapun buruknya masa-masa itu, tetap saja aku ingin kembali kesana.

Saat aku benar-benar tidak perlu berhadapan dengan pandangan orang lain, dengan bekerja, dengan mau jadi apa aku.

Setidaknya saat itu, walaupun belum tahu apa impianku pun, aku tetap mengejarnya.

Tidak seperti sekarang.

Sekarang usiaku 22 tahun. Bukannya semakin yakin dan pasti ingin menjadi apa, sekarang aku jadi semakin bingung mau jadi apa.

Cita-cita yang kukejar selama bertahun-tahun lama kelamaan mengikis harapan-harapan di masa kecilku.

Aku merasa sudah hampir menyerah mengejarnya. Takut tidak akan bisa menggapainya. Ini sudah terlalu lama kurasa.

sedangkan cita-citaku yang lain, entah bagaimana, sudah lama kulepaskan.

Mau jadi web programming? web designer?

Ha! Sekarang aku malah kuliah di jurusan televisi.

Aku sama sekali tidak belajar tentang website.

Padahal aku SMK sudah bersikeras akan melakukannya, yang menjadikan alasan kenapa aku sekolah disana.

Lagipula, karena masalah cinta bodoh itu aku sampai terseret sampai sini.

Hanya karena ingin menghindari satu orang, aku mengalami disorentiasi parah sampai menjauh dari cita-cita itu.

Masalah uang juga.

Aku mungkin tidak akan pernah mengaku kepada orang tuaku. Tapi salah satu kenapa aku kuliah disini juga karena uang juga.

Huh.

Aku benar-benar ingin kembali ke masa lalu.

Realita ternyata cukup sulit untuk diterima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just give me your best comment :)