Rencananya sudah sejak 2 bulan yang lalu, waktu temenku, Cica, memutuskan bahwa aku, arlin, rizky, adalah korban TA-nya. hahahha...
Dia pingin syukuran gitu, kalo udah kelar, pingin ke pantai. Nah aku sih ayo-ayo aja, asalkan nggak tabrakan sama waktuku bimbingan skripsi (soalnya bimbinganku itu waktunya suka dadakan).
Rencananya gagal terus. Setiap ambil hari, gagal. Kebanyakan sih gagalnya gara-gara si Cica lagi garap revisi trus akhirnya nggak jadi dan nggak jadi.
Lama kelamaan, kan males juga tuh. Rencana udah pingin lama banget, tapi gak jadi-jadi. Yaudah sih gausah aja. Aku sampe ngusulin ke kolam renang aja.
Nah, mereka nggak mau. Pokoknya maunya ke pantai. Dan pingin banget jadi soalnya udah lama kita nggak ke pantai.
Singkat cerita, di akhir Juli, akhirnya memutuskan di awal agustus karena akhir Juli aku ada rencana yang lainnya, sedangkan awal agustus aku masih ngurus KRS. Akhirnya lumayan lumayan selo, diajakinlah minggu ini hari sabtu. Ternyata, hari sabtunya si Cica lupa, jadi gagal. Trus akhirnya hari Selasa. Sayangnya, hari Selasa ini aku dikasih tau buat ketemuan bimbingan jam 1 siang. Yaudah. Gagal lagi.
Setelah bimbingan selesai, aku kan jadi ada waktu soalnya aku lagi garap revisian kan. Palingan jumat atau senin (yang akhirnya diputuskan senin karena kamis malam saya tepar). Jadinya, aku ngasih tau ke anak-anak aku bisa tuh hari rabu-atau kamis. Dan finally, jatuh di hari kamis.
Arlin: "ini beneran gak nih? kok aku jadi ragu ya?"
Cica: "Fix"
Lina: "Beneran"
Jadi, hari Rabunya itu, kita semua udah rame di grup, bahas buat ke pantai besok, dan apa-apanya. Pokoknya intinya sudah siap sedia gitulah.
Paginya, agak sedih nih, soalnya dapet kabar bahwa kakak temenku (yang udah lama temenan dari kelas 1 SMA sampe sekarang jadi satu jurusan) meninggal. Trus emang kabarnya mendadak gitu.
Wah, itu ya, dilema.
Soalnya aku nggak mungkin batalin acara ke gunung kidul hari ini. Akunya sih jadi nggak mood gitu kan, soalnya sedih, tapi masalahnya ini kan beban batinku sendiri, sedangkan temenku yang lain ya maunya hari ini seneng-seneng aja.
Tapi aku emang sedih tuh paginya, soalnya rencana mau layat juga kan. Sampai akhirnya, karena nggak mau ngecewain temen-temenku yang udah siap dari jam 3 pagi (si Cica ini), akhirnya kuputuskan untuk tetep berangkat. Mmm sebenernya kalo aku sendiri yang mau batalin bisa sih, tapi masalahnya, aku arlin cica ini packaging (minus dita karena dia nggak ikut), jadi kalo seorang nggak ikut ya bubar semua. Kan aku nggak enak, itu juga jatuhnya aku jadi egois.
Aku: "eh, nanti bisa kan ya balik sebelum jam 2. soalnya aku mau layat kakak temenku ada yang meninggal."
Pokoknya aku udah ngomong gitu. Semoga mereka mengerti.
Dan, kuputuskan untuk menikmati pagi itu dan main bareng anak-anak di pantai.
hmm, mungkin aku terkesan egois. Temen deketku yang udah lama temenan sama aku, sedang sedih, karena kakak kandungnya meninggal, sedangkan aku malah seneng-seneng.
Ya, jadi gini. Sebenarnya, kalau bukan karena 'Janji', aku nggak bakalan mencoba senang-senang di atas penderitaan orang lain. Aku mungkin lebih suka berdiam di rumah, ikut berduka sepanjang hari kemudian datang layat, ya kan?
Tapi masalahnya, hari ini itu bukan tentang aku, tapi tentang temen-temenku, yang temenan sama aku jauh lebih lama (dari SMP), dan bukan perkara 'senang-senang'nya yang jadi tolak ukur, melainkan tanggung jawab untuk menepati janji itu.
Hari ini, ke pantai, itu yang mengusulkan aku, ke mereka. Dari hari selasa aku ngasih tahunya. Sedangkan berita duka ini datang di hari kamis pagi. Jadi ngerti kan?
Ini bukan tentang senang-senang ketika orang lain bersedih, tetapi tentang prioritas dan tanggung jawab untuk aku memegang kata-kataku sendiri.
Dan setelah seharian aku di pantai bareng anak-anak, akhirnya aku balik jam setengah 1 dan sampai tempat temenku yang kakaknya meninggal ini jam setengah 3. Iya, aku langsungan. Walaupun di jalan aku udah ngantuk-ngantuk karena jauh, tapi aku juga ngerasa harus dateng saat itu juga ketika urusan sebelumnya selesai.
Untung aku disambut dengan baik, dikasih wejangan malah. Padahal itu udah sepi banget, tenda udah diturunin, jenazah yang pasti udah dimakamkan, dan aku dateng berdua sama adekku aja. Padahal temen-temenku yang lain (temen kuliah, temen SMK) udah dateng dari siang, bareng-bareng lagi.
Bagiku, ini adalah tentang niat.
Kalau orang lain, mungkin aku malah nggak akan datang karena nggak ada temen, atau aku mungkin bikin janjian sama temen lain yang nggak sempet layat buat dateng bareng sorenya atau besoknya. Tapi ini tanpa pikir panjang, begitu selesai dari pantai, aku langsung ke tempat temenku. Nggak tau itu tenda dah diturunin, nggak tau ternyata udah sepi, udah pada pulang semua, sore itu niatku adalah menyampaikan bahwa aku ikut berduka mengenai apa yang tengah terjadi pada temanku ini. Bahwa sejak pagi aku bersenang-senang, bukan berarti aku tidak ikut berduka.
Ngerti kan?
Kadang sesuatu berjalan seperti ini.
Kita dihadapkan pada dua pilihan yang bertolak belakang, dan bagi kita semua sama-sama penting.
Untukku, selama bisa memilih keduanya, kenapa enggak?
Anyway, ada beberapa hal yang bikin aku kecewa hari ini.
Yang pertama! nggak aku sebutin disinilah, nggak enak hahaha nggak enak kalo nulis jelek tentang orang lain kan di keep sendiri aja itumah. Pokoknya berkaitan dengan Instagram (aku paling juga udah lupa beberapa bulan lagi baca ini)
Yang kedua! tadi waktu di pantai, topi aku yang udah di wanti-wanti ayah ("awas jangan sampai hilang") hanyut di pantai, dan aku kewalahan ngejar sampai kuku jempol kakiku kebelah jadi dua (copot gitu deh, serem aku sampe bingung mau diapain, habis sakit kalo mau dicopot sekalian). Harusnya ngejarnya selo aja kan ya, tapi kata-kata ayahku tu berdengung gitu "awas, jangan sampai hilang, belinya di papua itu" akhirnya aku gelap mata dan gimana caranya harus ngejar topi itu. Untung dapet, tapi ya gitu, korbannya si jempol kaki ini. Semoga gak parah ya, semoga sembuh tanpa harus di cabut huhuhhuuhuhuhuhu
Salam,
Adlina .H.


Hahahaha. Pantesan ditunggui gak dateng2. But anyway, I think life is choices, good or bad, right or wrong. when we must choose one of 2 choices, is the hard part. But Whatever the choice, enjoy the results
BalasHapusiya fan. tapi balik lagi, kalo memilih keduanya konsekuensinya lebih kecil dan bisa, kenapa enggak?
Hapusbuat aku, pilihan itu muncul ketika satu dan lain hal saling mempengaruhi kalo nggak dipilih... hehe
eh iya maaf ya pd nungguin, aku nggak ada sinyal. baru ada sinyal pas bs balesin titin hehe
HapusBtw. Cepet sembuh jempol kakinyaaa kaaakkksss
BalasHapus