Sabtu, 26 Agustus 2017

HARI INI #4 Intropeksi

|

Aku disini tidak akan bercerita tentang kronologis, ataupun hal-hal tidak menyenangkan yang juga kami dapatkan. Aku lebih fokuskan saja pada hal yang kudapatkan hari ini.

Hari ini aku beperan sebagai pengamat. Lebih banyak mentransfer ilmu sebagai bentuk lain dalam penggunaannya. That's interesting. Jika meniliknya lebih sebagai pengalaman, bukan pekerjaan. Membuktikan kepada mereka secara nyata bahwa membuat sebuah film, barang satu scene pun adalah hal yang sulit. Membuktikan kepada mereka bahwa membuat sebuah film tidak semudah apa yang sering keluar dari mulut untuk memberikan sebuah komentar.

Sebagai bentuk hiburan, film/program televisi termasuk satu yang paling mudah mendapat kritikan karena tidak semua orang menilai sebuah hal tersebut dengan cara yang sama. Mungkin karena posisinya lebih mudah untuk diberikan subjektifitas dalam penilaiannya, dan itu bukan hal yang mudah bagi si pembuat.

"Sulit ya ternyata bikin film"
"Padahal kita bisanya cuma komentar saja."
"Oh ternyata begini."
"Daritadi kita belum dapat satupun."

Disini aku berperan sebagai seorang mentor (yang awalnya adalah LO).
Diletakkan di antara orang-orang yang sama sekali bekerja pada bidang lain, sama sekali tidak tahu apapun tentang film, dan mereka yang berjumlah 25 orang harus mendapatkan pengarahan secara langsung untuk setiap jobdesk (di luar apa yang mereka pelajari semalam sebelumya, dan mereka tidak benar-benar paham dalam eksekusinya).

Ya.. itu menarik. Lebih lelah memang daripada ketika aku bekerja pada jobdeskku sendiri dan fokus disana, disini aku harus bisa mencover semuanya agar mereka paham dengan posisi mereka dalam membuat sebuah film.

Itu juga hal yang lucu. Melihat orang-orang 'tinggi' di sebuah perusahaan yang bukan orang film ini mencoba membuat hanya satu sequence cerita dengan satu set tempat , dan mereka kewalahan. Lucu saja melihat mereka bingung, dan panik karena dikejar oleh waktu. 

Saat itu, melihat orang-orang ini aku tidak melihat mereka ketika malam sebelumnya aku memperkenalkan diri. Karena sungguh, malam sebelumnya aku melihat mereka sebagai sosok para wanita dan pria yang mengejar karir, masih muda dan lajang dan karir sukses. Orang-orang yang duduk di kursi tinggi sebuah perusahaan, yang mungkin sering kebingungan karena harus menghabiskan uang budget dari negara. Hari itu awalnya sempat gugup dan takut terlihat sok pintar, karena aku harus menyambut mereka dan mengajari mereka yang dalam hirerarki sosial rasanya bukan sepantaranku. Apalagi yang sutradara adalah bapak-bapak dan aku harus begitu sopan dalam memberikan instruksi kepada beliau.

Syukurlah, dalam prosesnya aku bisa cukup lega karena mereka welcome untuk belajar dan mencoba, sekaligus menganggapku sebagai peran yang cukup penting disana. Jadi itulah, aku merasa tidak ada dinding status disana ketika kami mencoba untuk membuat sebuah karya bersama.

Oya, ini adalah sebuah acara tim building, untuk melihat kekompakan mereka dalam bekerja dan menghadapi sebuah masalah sebagai satu tim.

Tujuan acara ini cukup membuatku merasa bahwa aku sendiri berada di bidang yang selalu memaksakan 'kekompakan', hingga acara tim building menggunakan pembuatan film untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam bekerja sama. 

Aku juga belajar dari banyaknya aku mengamati cara mereka berinteraksi dan bekerja sama. Mungkin karena mereka adalah orang-orang dewasa, mereka memiliki cara untuk saling menghormati satu sama lain, tidak saling egois, dan mencoba memecahkan masalah bersama. Disana mereka sangat seru, sehingga tidak sedikitpun emosi negatif yang bergulir sepanjang siang ini. Yah, mungkin emosi itu tidak muncul karena mereka disini hanya sekadar mengambil sekitar 30% dalam proses sesungguhnya (tanpa pra dan pasca produksi). Tapi tetap saja bagiku itu bisa diambil sebagai sebuah pembelajaran, toh mereka sama sekali awam soal hal-hal yang mereka hadapi hari ini. Cara mereka untuk tetap membangkitkan mood untuk bekerja sama itu merupakan hal yang keren.

Sebenarnya tidak hanya dari kelompok peserta tim building ini saja yang bisa kujadikan pembelajaran hari ini. Aku juga belajar dari crew asli produksi untuk terselenggaranya acara ini. Aku suka melihat hectic nya mereka yang sudah lama berpengalaman dan mendapatkan masalah, dan bagaimana mereka menyelesaikannya. Mungkin lebih banyak emosi disana, karena ada tanggung jawab besar yang mereka pegang untuk menyukseskan acara ini dari awal hingga akhir, selain karena mereka bertanggung jawab untuk pra dan pasca produksinya juga. Ketika teman-temanku merasa lelah dan ingin pulang karena merasa pekerjaan mereka selesai, aku merasa begitu senang dan betah mengamati orang-orang ini berlalu lalang, mencoba memastikan filmnya selesai pada jam deadline pemutaran, bagaimana mereka bertanggung jawab pada setiap jobdesk yang mereka pegang, dan yang lainnya sibuk mengurus persiapan untuk screening mewah  (yang disana mereka sebut gala premiere) dan bagaimana ketika ternyata durasi dari keseluruhan sequence yang terkumpul untuk digabungkan adalah satu jam dan akhirnya mereka tidak bisa melakukan rendering pada video tersebut.

Dan toh, mereka tetap menemukan jalan keluarnya.
Pemutaran film lancar, dan acara sukses.

Melihat mereka juga, tiba-tiba aku jadi mengingat kembali kenapa dulu aku begitu ingin masuk jurusan ini. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

Hal lain dari hari ini adalah, aku mungkin sudah cukup untuk belajar mengobati rasa traumaku, karena kupikir ketika melihat apa yang harus kulakukan untuk hari ini, kalau tidak kuhadapi sekarang, aku tidak akan bisa melaluinya.


Yup. Ini hari yang menyenangkan..

Selamat malam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just give me your best comment :)